Selasa, 04 April 2017


Pendidikan Hanya Menghasilkan Orang Pintar Bukan Orang Yang Terdidik
            Saat ini sangat banyak masalah – maaksalah yang terjadi di negeri kita ini. seperti korupsi, pembunuhan, pelecehan seksual, dan banyak lagi kejahatan – kejahatan yang lainnya. Tetapi yang herannya orang yang melakukan semua itu kebanyakan orang –  orang yang berpendidikan tinggi, para sarjana yang berasal di universitas ternama, serta para pejabat – pejabat tinggi negara.
 Tentu kita semua menjadi heran bukan? Kenapa bisa orang- orang yang berpendidikan itu yang melakukannya Padahal  mereka pintar bukan.  Melihat fenomena ini, mungkin ada yang salah dengan pendidikan formal di indonesa ini. dan kita harus mengkaji ulang tentang masalah ini.  Pola pendidikan formal ini hanya banyak mengajarkan  ilmu – ilmu dunia sehingga menciptakan banyak orang – orang pintar  tetapi bukan orang yang terdidik dan memiliki etika yang sangaat lemah.
Akibat kurangnya didikan etika itu tersebut, hal itu yang menjadikan orang – orang pintar berbuat demikian. Berbuat semena – mena dengan kaum yang lemah, berbuat hal – hal yang sangat keji lainnya. Padahal merekalah yang seharusnya membasmi semua itu, merekalah yang menjadi pemimpin negara ini, untuk memimpin negara ini dengan baik. Sayangnya mereka tidak berbuat yang demikan, mereka malah berbuat yang sebaliknya.
 Sekarang ini juga banyak orang – orang pintar yang mengaku  - ngaku mereka beragama, tetapi mereka tetap saja berbuat hal – hal keji yang demikian serta meresahkan banyak masyarakat. Contohnya saja pejabat sekarang. Mereka yang “ katanya” terhormat banyak ketangkap atas kasus korupsi atau kasus penyuapan.  Dan yang lebih mirisnya , mereka sama sekali tidak menampakan wajah bersalah mereka.
 Melaikan mereka malah menebarkan senyumannya kepada masyarakat banyak. Seakan – akan mereka merasa senang meakukan hal yang demikian. Apakah mereka tidak tau atau tidak pernah di didik? Bahwa melakukan tindakan yang demikian merupakan perbuatan yang keji dan  merupakan perbuaan yang sangat memalukan.
Dan apakah mereka yang melakukan hal yang demikian  tidak merasa kasihan kepada orang – orang yang mereka cintai saah satunya keluarga mereka yang mereka kasih harta haram kepada keluaganya. Apakah mereka tidak malu dengan perbuatan mereka? Mungkin mereka sudah kehilangan akal sehat mereka untuk  berfikir dan juga kehilang urat malu mereka.

Dan bahkan yang lebih parahnya lagi, para ketua atau pemimpin suatu instansi yang lebih banyak melakukan hal yang demikian. Oleh karena itu pendidikan formal di Indonesia harus segera di revisi kembali dengan memperbanyak dalam pendidikan moralnya. Agar terciptanya generasi Indonesia yang cerdas dan juga bermoral.