Rabu, 03 Mei 2017

Gelar Adalah Sebuah Tanggung Jawab
Sekarang ini betapa banyaknya orang yang tergila- gila dengan sebuah gelar. Bahkan ada yang mendapatkannya dengan jalan “ membeli “ ke lembaga – lembaga iegal. Cara yang dmikian salah bukan? Ironisnya lagi mereka mempergunakan itu untuk menipu amasyarakat pemilih dalam ajang di sebiah pemilihan umum.
Banyak juga yang mendapatkannya dengan jalur resmi, namun pura – pura tidak tahu atu tidak tahu bahwa ggelar yang melekat pada nama yang bersangkutan bukanlah sebuah beban yang ringan. Kewajiban untuk mencerminkan citra diri sesuai  dengan gelar yang melekat adalah sebuah konsekuensi yang tak bisa di tawar – tawar gelar kyai misalnya, haruslah mencerminkan sosok pribadi yang saleh, menjadi penawar kegelisahan batin masyarakat, figure panutan siapapun yang mengenalnya, semua sepak terjangnya, bicaranya menjadi pusat perhatian. Ia tak sebebas orang lain dalam bertingkah laku.
Mengutip dala sebuah buku “ orang akan lebih menghargai mantan preman dibandingkan mantan ustad. Begitu pula dengan gelar akademik  Prof, DR, atau Sarjana ini dan itu, adalah amanah yang harus di jalankan. Akan sangat janggal apabila seseorang dengan sederet gelar akademiknya, punya pikiran tak lebih dari oran yang tamatan SMA. Daya nalarnya tak lebih tinggi dari batang toge.
 Hal itu bisa kita lihat dari prilaku mereka dalam demonstrasi .yang menghendaki seseorang pemimpin yang mundur dari jabatannya karena ia tidak becus dengan menjalankan amanah. Namun siapapun itu, apapun yang mereka perbuat, tidaklah pada tempatnya kita meggeneralisasikan sebuah persoalan.masih banyak di disekitar kita mereka yang tampil  intelek da berkarisma sesuai dengan gelar yang disandangnya.

Banyak jendral yang dihormati anak buahnya  kearena mampu tampil sebagai pemimpin yang bertanggung jawab. Tak sedikit pula Profesor yang melahirkan penelitian yang bermamfaat bagi kmashlahatan umat. Juga masih banyak kita temui seorang kyai atau ustad dan ulama yang menjadi suluh daalm kegulitaan.

3 komentar: